TWEETS

Read more: http://www.kowandy.com/2011/12/cara-membuat-twitter-widget-di-blog.html#ixzz1n1HEmY3o

Nov 22, 2010

Perbincangan malam itu

"Telurnya satu, paria satu, yang lain campur-campur saja pak."
"Pake bumbu kacang, neng?"
"Pake pak."
"Kecap?"
"Pake pak."
"Saus?"
"Hmmm...boleh deh. Tapi dikit aja pak."

.......


Semuanya tujuh ribu rupiah. Sepiring penuh syomai, pedagang keliling, dengan payung besar yang diikatkan di sepedanya. Beliau berjualan dari sore hingga tengah malam nanti.

Syomai dan kawan-kawan tidak disiapkannya sendiri. Ada pedagang besar yang menyediakan dagangan lengkap dengan sepedanya. Boss,begitu beliau menyebutnya.

Sistem setoran.
Bila semua dagangan laku terjual, penghasilan yang ia dapat Rp 30,000 sehari. Bila dagangan ada yang tersisa, dikembalikan pada si boss. Tidak ada sistem penalti, bila tidak ada yang laku terjual, bapak pedagang tak perlu membayar sejumlah tertentu. Hanya perlu mengembalikan dagangan yang tersisa.

Hmmm....
"Trus, sisa dagangan itu diapakan, pak?
"Ya... diolah lagi neng, sama boss."
"Heh...maksudnya, pak?
"Ya dimasak lagi. Diolah lagi, jadi dagangan baru."

*woootttt*

Bapak pedagang berlalu, saya terdiam. Menatap sepiring penuh syomai, membayangkan betapa tidak segarnya mereka.

Tentunya, percakapan selintas seorang dengan bapak pedagang syomai keliling tidak bisa dijadikan patokan. Bahwa semua dagangan keliling tidak segar dan berbahaya. Namun, tetap saja miris mendengarnya.

Banyak mengapa terlintas di labirin-labirin otak yang sudah semakin padat.

Ah.. di tulisan lain, akan saya bahas.
Temans, ada yang memiliki pengalaman serupa?

0 comments: